Deskripsi Sekolah

Walaupun sekolah pinggiran tetapi kegiatan pengembangan diri atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah SMPN 1 Pakusari tidak dapat dipandang sebelah mata.

Ekstrakurikuler: English Club

English Club adalah kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang Bahasa Inggris..

Kegiatan Kewirausahaan

Pengajaran kewirausahaan ini untuk melatih para siswa agar terampil sejak dini. Selain itu para siswa dilatih agar menghargai suatu pekerjaan.

Ekstrakurikuler: Paduan Suara

Pelatihan paduan suara di SMPN 1 Pakusari ini ditujukan agar paduan suara di SMPN 1 Pakusari lebih baik.

Lomba Mading 3D

Mengikuti lomba Mading 3D untuk meningkatkan kreatifitas siswa.

Tampilkan postingan dengan label smpn 1 pakusari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smpn 1 pakusari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN SISWA BARU 2012





Syarat Pendaftaran :
1.      Usia maksimal 18 tahun
2.      Menyerahkan asli  dan foto copi
(yang sudah dilegalisir) STK/STL SD/MI
3.   Menyerahkan foto copy  NISN (Nomer Induk Siswa Nasional)
            4.    Menyerahkan pas photo hitam putih 3x4
                    sebanyak 3 lembar.
       5.   Mengisi formulir pendaftaran yang sudah
             disediakan.
MUSHOLLAH  SMPN 1 PAKUSARI
      6.    Yang berasal dari luar kota harus ada
              rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan

Waktu/Tempat  Pendaftaran :
Tanggal  18 – 21 Juni 2012 jam 08.00 sampai dengan 12.00 di SMPN 1 Pakusari.
Test  Masuk SMP  (Mata Pelajaran Bhs. Indonesia, Matematika dan IPA) dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal  27 Juni 2012 Waktu 08.00 – 10.00  WIB

Pengumuman dilaksanakan tanggal  04 Juli 2012
Daftar Ulang  tanggal  5 - 7 Juli 2012

Biaya : GRATIS !!
(Segala kegiatan yang berkaitan dengan
Pendaftaran Siswa Baru dibiayai dari dana BOS)

Semua Siswa Gratis Seragam Putih Biru(Bantuan Donatur Gur-Guru) dan Juara 1-10 UASBN dan Penerima PKH Gratis 3 Seragam.

 

Selasa, 05 Juni 2012

Ekstrakulrikuler: English Club SMP N 1 Pakusari




Ekstrakurikuler adalah media untuk mengembangkan bakat siswa. Di SMP Negeri  1 Pakusari terdapat sekitar sembilan macam kegiatan ekstrakurikuler atau yang biasa disebut Pengembangan Diri oleh warga SMPN 1 Pakusari. 


Dari Sembilan kegiatan ekstrakurikuler ada satu kegiatan ekstarkurikuler yang tergolong baru yakni English Club. English Club adalah kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang Bahasa Inggris. Program kerja English Club untuk sementara ditekankan pada Speech dan Story Telling. Kedua program kerja ini melatih kemampuan berbicara atau speaking dari para siswa. Tidak hanya itu, Speech dan Story Telling  juga melatih keberanian siswa tampil di muka umum. Pembina kegiatan ekstrakurikuler ini adalah Wahyu Srilestari, S.Pd. Beliau adalah guru Bahasa Inggris dan dalam pelaksanaannya beliau dibantu oleh mahasiswa Pend. Bahasa Inngris KK-PPL Unej yang kebetulan sedang melaksanakan PPL di SMP N 1 Pakusari. 

Kegiatan- Kegiatan Ekstarakurikuler di Smpn 1 Pakusari dilaksanakan pada setiap hari sabtu jam terakhir. Semua kegiatan Ekstarakurikuler berjalan dengan baik termasuk English Club. Kegiatan pertama yang dilakukan pada English Club adalah mengelompokkan siswa menurut minat mereka. Mereka dikelompokkan menjadi dua kelompok yakni kelompok Speech dan Story Telling. Akan tetapi mereka tetap boleh mengikuti dua kelompok tersebut jika mereka mampu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.

Kelompok pertama adalah kelompok Speech. Para siswa yang berminat pada Speech dibimbing dan diberi pengarahan bagaimana tampil dimuka umum dan bagaimana cara berbicara saat melakukan pidato. Selain itu, para siswa diajarkan cara membuat teks pidato dan yang terpenting adalah bagaimana cara menampilkan isi pidato tersebut dimuka umum.
          
Kelompok kedua adalah kelompok Story Telling. Story Telling atau dengan kata lain bisa disebut mendongeng ini juga bisa melatih kemapuan siswa dalam berbicara (speaking). Para siswa tidak hanya diberi pengarahan bagaimana berbicara di depan umum tapi juga dilatih bagaimana mengekspresikan cerita yang dibawa sehingga lebih menjiwai cerita yang dibawakan.
           
Selain dilatih dalam hal penampilan para siswa yang mengikuti Speech dan Story Telling juga diajarkan cara membaca yang benar dan menggunakan intonasi yang benar. Dari dua kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris terutama dalam kemampuan berbicara atau speaking.

05 April 2012
Yanita
English  08
kk-ppl unej 2012

Senin, 04 Juni 2012

Ekstrakurikuler: Paduan suara SMPN 1 Pakusari

Paduan suara atau kor (dari bahasa Belanda, koor) merupakan istilah yang merujuk kepada  ensembel musik yang terdiri atas  penyanyi-penyanyi maupun  musik yang dibawakan oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara (bahasa Inggris: part, bahasa Jerman: Stimme). Dalam pengertian ini, paduan suara juga mencakup kelompok vokal (vocal group), walaupun kadang kedua istilah ini saling dibedakan.
Pelatihan paduan suara di SMPN 1 Pakusari ini ditujukan agar paduan suara di SMP 1 Pakusari lebih baik. Meskipun tidak dilatih seprofesional paduan yang sebenarnya akan tetapi diharapkan paduan suara di sini lebih baik lagi karena saat pertama mengikuti upacara di SMP 1 ini, paduan suaranya kurang “nggreget”.
Waktu itu Bu Kepsek minta tolong kepada praktikan PPL untuk mengajari paduan suara. Dan kebetulan ada dua teman praktikan yang bergelut di dunia “suara”. Untuk paduan suara dilatih oleh Yohanes Danni Prihartanto dari prodi Matematika dan Gilang Ajeng dari prodi Fisika serta seorang guru pendamping yakni Ibu Tutik Endah Lestari, S.Pd. Pelatihan paduan suara ini mulai berlangsung awal penerjunan PPL.
Di dunia paduan suara SMP 1 Pakusari tidak hanya diajari bernyanyi tapi juga membaca not balok. Latihan pernapasan dan pengambilan suara sebelum bernyanyi juga diajarkan. Selain lagu wajib Indonesia Raya, lagu-lagu nasional juga diajarkan seperti wajib belajar, padamu negeri, satu nusa satu bangsa. Untuk paduan suara, murid-murid diambil secara acak dari setiap kelas. Awalnya kelompok paduan suara hanya berisi murid perempuan saja tapi sekarang sudah “heterogen”.
Latihan paduan suara diadakan setiap hari Sabtu pada jam pengembangan diri. Setelah hampir dua bulan diadakan latihan, paduan suara di SMP ini semakin membaik di setiap performanya. Bisa dibilang latihan yg diberikan Danni dan Ajeng berhasil.

06 Mei 2012
by:  Rosy
English 08
kk-ppl unej 2012

Sabtu, 02 Juni 2012

Kegiatan Kewirausahaan SMP N 1 Pakusari


Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

proses pembersihan kulit kedelai
proses penggilingan kedelai
Di SMP N 1 Pakusari terdapat pelajaran kewirausahaan. Tetapi pelajaran kewirausahaan tidak menggunakan teori dikelas seperti pelajaran yang lain melainkan langsung praktik dilapangan. Pengajaran kewirausahaan ini untuk melatih para siswa agar terampil sejak dini. Selain itu para siswa dilatih agar menghargai suatu pekerjaan serta merasakan bagaimana rasanya berwirausaha. Manfaat lain dari pelajaran kewirausahaan adalah , melatih kemampuan siswa menghitung laba dan rugi dari usaha yang mereka lakukan.
Kunjungan di Stand kita 

Bentuk dari pelajaran kewirausahaan ini untuk sementara adalah pembuatan tempe. Pembuatan tempe tergolong mudah untuk siswa SMP jadi praktik pembuatan tempe sesuai untuk para siswa SMPN 1 Pakusari. Pembuatan tempe dilakukan disekolah dan dilakukan oleh para siswa sendiri dan para guru hanya mengawasi kegiatan proses pembuatan tempe. Sehingga, mereka mengetahui dengan baik proses pembuatan tempe. Setelah pembuatan tempe selesai, tugas para siswa tidak selesai sampai disini, mereka sendiri juga harus memasarkan tempe buatan mereka. Jadi para siswa bisa dilatih dalam berwirausaha yang tentunya nantinya berguna bagi mereka sendiri.

Perlu diketahui juga modal yang digunakan para siswa untuk pembuatan tempe semuanya dari sekolah. Ini membuktikan SMP N 1 Pakusari sangat peduli dengan siswa. Utami Siwi, SPd.,M.Pd adalah Kepala Sekolah SMP N 1 Pakusari. Beliau menyumbangkan ide pelajaran Kewirausahaan dalam bentuk pembuatan tempe dengan harapan para siswa mempunyai ketrampilan dan ketrampilan tersebut bisa berguna untuk para siswa.





01 mei 2012
Yanita
bhs. inggris 08
kk-ppl unej 2012

Jumat, 01 Juni 2012

Artikel Pendidikan


Masalah Pendidikan di Indonesia

Peran Pendidikan dalam Pembangunan



Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.

Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.

Pemerintah dan Solusi Permasalahan Pendidikan



Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten. 

Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global. 

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim.

Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.”

Penyelenggaraan Pendidikan yang Berkualitas



”Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.

Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang kadang berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”. 

Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.

Privatisasi dan Swastanisasi Sektor Pendidikan



Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).

Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.

Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.

Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi.

Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Perancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.

Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan.

Penulis Muliani
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=MasalahPendidikandiIndonesia&nomorurut_artikel=364
Retrieved on May 1, 2012

30 April 2012
Yanita
English 08
kk-ppl unej 2012

LOMBA MADING 3D


Pada tanggal 2 April 2012, Radar Jember mengadakan lomba Mading 3D. Sekolah Smp 1 Pakusari ikut juga dalam ajang tersebut dan tentunya tidak mau kalah dengan sekolah lain. Proses pembuatan Mading 3D dilakukan oleh para siswa sendiri. Proses pengerjaanya sendiri dilakukan di sekolah dan para siswa yang mengikuti mading  dan mereka berkreasi sesuai imajinasi mereka sendiri.

serius mengerjakan mading
semangat merangkai kembali
Yang membuat haru adalah proses pengerjaan yang hanya 2 hari saja dan akhirnya selesai juga walaupun mungkin hasilnya belum maksimal seperti dari sekolah lain. Namun, kami bangga karena para siswa berani untuk berkreasi tanpa ada campur tangan pihak lain. Para guru hanya memberi masukan-masukan kepada para siswa dan pihak sekolah mensuport dari segi dana. Proses pengerjaan yang singkat itu dikarenakan para siswa masih saling berdebat masalah konsep dari Mading 3D itu sendiri, akan tetapi, berkat nasihat dari bapak dan ibu guru, mereka dapat mencapai kesepakatan dan kompak dalam mengerjakan Mading 3D.




ketika Pak Bupati mengunjungi mading kita
Tanggal 2 April 2012 adalah masa pengumpulan Mading 3D. Hal pertama yang kami lihat adalah Mading 3D milik sekolah lain, ternyata luar biasa bagus. Kami merasa pesimis sebenarnya, tetapi semangat anak-anak tidak boleh sampai down. Kami tetap menyemangati mereka pada saat tahap finishing di tempat pengumpulan Mading 3D tersebut.  Dengan dibantu Mahasiswa PPL dari UNEJ, para siswa ini tetap antusias. Pada saat Bapak Bupati datang, para siswa ini melakukan presentasi dengan baik, sempat merasa terharua karena  mereka tetap semangat dan antusias dalam lomba Mading 3D.




foto bareng pak Jalal

Selama masa-masa menunggu pengumuman kami tetap merasa optimis walaupun sebenarnya iri melihat Mading 3D dari sekolah lain. Namun, kami tidak boleh pesismis dulu. Tetap berdo’a dan berharap mendapat nomor juara. Amiin










12 April 2012
Yanita
bhs. inggris 08
kk-ppl unej 2012

Kamis, 31 Mei 2012

Artikel Pendidikan


Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan
“Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk 275 juta penduduk Indonesia”
Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta berikut:
  • 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011
  • 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011
  • 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI
  • Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM
Sumber : Litbang Kompas

Kini setelah membaca fakta diatas, apa yang ada dipikran anda? Cobalah melihat lebih ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, itu adalah usulan saya untuk beberapa kasus yang membuat hati di dada kita “terhentak” membaca kelakuan para pejabat Negara.
Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini.
Bayangkan apa persaingan yang muncul ditahun 2021? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orangtua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan Negara di Dunia. Bahkan kita yang masih akan berkarya ditahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 tentunya membutuhkan good character.
Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient.
Bagaimana dengan bangsa kita? Bagaimana dengan penerus orang-orang yang sekarang sedang duduk dikursi penting pemerintahan negara ini dan yang duduk di kursi penting yang mengelola roda perekonomian negara ini? Apakah mereka sudah menunjukan kualitas karakter yang baik dan melegakan hati kita? Bisakah kita percaya, kelak tongkat estafet kita serahkan pada mereka, maka mereka mampu menjalankan dengan baik atau justru sebaliknya?
Dari sudut pandang psikologis, saya melihat terjadi penurunan kulaitas “usia psikologis” pada anak yang berusia 21 tahun pada tahun 20011, dengan anak yang berumur 21 pada tahun 2001. Maksud usia psikologis adalah usia kedewasaan, usia kelayakan dan kepantasan yang berbanding lurus dengan usia biologis. Jika anak sekarang usia 21 tahun seakan mereka seperti berumur 12 atau 11 tahun. Maaf jika ini mengejutkan dan menyakitkan.
Walau tidak semua, tetapi kebanyakan saya temui memiliki kecenderungan seperti itu. Saya berulangkali bekerjasama dengan anak usia tersebut dan hasilnya kurang maksimal. Saya tidak “kapok” ber ulang-ulang bekerja sama dengan mereka. Dan secara tidak sengaja saya menemukan pola ini cenderung berulang, saya amati dan evaluasi perilaku dan karakter mereka. Kembali lagi ingat, disekolah pada umumnya tidak diberikan pendidikan untuk mengatasi persaingan pada dunia kerja. Sehingga ada survey yang mengatakan rata-rata setelah sekolah seorang anak perlu 5-7 tahun beradaptasi dengan dunia kerja dan rata-rata dalam 5-7 tahun tersebut pindah kerja sampai 3-5 kali. Hmm.. dan proses seperti ini sering disebut dengan proses mencari jati diri. Pertanyaan saya mencari “diri” itu didalam diri atau diluar diri? “saya cocoknya kerja apa ya? Coba kerjain ini lah” lalu kalau tidak cocok pindah ke lainnya. Kenapa tidak diajarkan disekolah, agar proses anak menjalani kehidupan  di dunia yang sesungguhnya tidak mengalami hambatan bahkan tidak jarang yang putus asa karena tumbuh perasaan tidak mampu didalam dirinya dan seumur hidup  terpenjara oleh keyakinannya yang salah.
Baiklah kembali lagi ke topik, Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.
Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggup?
Theodore Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat)

Salam
Timothy Wibowo





http://www.pendidikankarakter.com/pentingnya-pendidikan-karakter-dalam-dunia-pendidikan/

Retrieved on May 1, 2012


30 April 2012
Yanita
bhs. inggris 08
kk-ppl unej 2012


Senin, 07 Mei 2012

just artikel

Manfaat Sholat Secara Medis 

 
Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya  "Ketika Dokter Memaknai Sholat" mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?

Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!

Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.
Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.

Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah adlat pernapasan
Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor).
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Dengan ruku, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih.
Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.

Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.

Manfaat Sholat Malam Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran.
Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.

Sholat Lebih Canggih dari Yoga. Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya? Para sahabat menjawab : "Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya". Lalu beliau bersabda : "Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka". (H.R Abu Hurairah r.a).
Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah.
Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya. ( dikutip dari : Tabloid Nurani )

Niken Rina
Math '08
KK-PPL '12

just artikel


Sepakbola Itu Seni. Bukan Sekedar 2x45 Menit 


 Joga Bonito sebuah phrase daribahasa Portugal yang sering didengar oleh masyarakat sepak bola. Secara harafiah jogar berarti bermain dan bonito bermakna indah. Tidak dapat dipungkiri jika setiap indra dalam tubuh manusia secara fisiologis sangat peka dan menikmati oleh sebuah rangsang berupa keindahan, terutama indra penglihatan yang secara kompak bersama setiap sel otak menangkap keindahan dan mengeluarkan respon tubuh berupa good mood serta kegembiraan. Begitu juga keindahan dalam sepak bola.



Di tengah lapangan mata akan dimanjakan dengan atraksi-atraksi pemain secara individu, juga permainan kolektif dari sebuah tim dalam melakukan penyerangan serta pertahanan. Racikan strategi dan cara bermain dari pelatih tidak ubahnya dapat dinikmati layaknya kita menikmati sebuah orchestra yang dipimpin oleh conductor. Saat tempo mengalun pelan kita terbuai masuk dalam alunan itu, beitu pula saat ritme cepat jantungpun ikut berpacu. Tidak heran jika sepak bola menjadi sportainment, olah raga dan juga hiburan yang merajai industry olah raga dunia.
Itu yang terjadi dalam lapangan, dan terjadi hanya 2x45 menit. Di luar lapangan? Keindahan sepak bola juga tak luntur. Apabila ada salah satu produser sinetron yang hendak mengangkat sebuah kisah penuh cerita suka, duka, konflik, kepentingan, loyalitas, dan fanatisme yang memiliki stok episode unlimited, saya akan merekomendasikan kisah sebuah klub kebanggaan kera-kera Ngalam, Arema.

Jangan menutup mata, memang begitulah adanya. Apa yang tersaji semenjak 1987 hingga detik ini merupakan keindahan alunan Arema di luar lapangan yang menyuguhi kita dengan rentetan drama. Apakah dualism merupakan klimaksnya? Bisa dibilang iya. Lihatlah performa Arema yang berlaga di Indonesian Super League, hati Aremania-Aremanita mana yang tak sedih? Dari lima laga hanya memperoleh satu poin, pelatih diputus kontraknya pasca laga keempat, dan jadi bulan-bulanan tim lawan di hadapan Aremania-Aremanita.

Setali tiga uang dengan nasib Arema yang berlaga di Indonesian Premiere League, bermain cantik di lapangan dengan pemain yang mayoritas mengantarkan Arema menjadi juara di tahun 2009 dan runner up di tahun 2010 tidak menjadi jaminan terbebas dari konflik. Rumor pemecatan pelatih dan pemain, pembentukan tim baru, bayang-bayang eksodus adalah rangkaian konflik yang dialami. Itulah keindahan Arema diluar lapangan dimana kejutan ceritanya selalu menarik disimak dan selalu ditunggu-tunggu. This is Arema!

Asik sekali menyimak twit dari akun @we_aremania senin pagi, 9 January 2012 ini yang menganalogikan sepak bola dengan industry hiburan. Penonton merasa terhibur akan datang, penonton tidak terhibur akan meninggalkan. Tapi tidak dengan supporter, supporter akan tetap berada di atas tribun meneriakan yel-yel dan nyanyian dukungan terhadap klub kesayangan. Yang menjadi poin adalah bagaimana menjadi supporter yang sekaligus menjadi penikmat keindahan drama-drama sepak bola.

Dalam menikmati keindahan sebuah drama bolehlah kita masuk dalam alurnya ikut merasakan suka, duka, tangis, dan tawa. Namun yang harus digaris bawahi jangan berlebihan. Malu rasanya apabila sepasang suami istri harus bertengkar akibat terbawa konflik sinetron yang dilihatnya. Begitu juga dengan menikmati keindahan Arema yang saat ini tengah berada di plot konflik.

Rasa rendah hati dan saling menghargai sangat diperlukan dalam menyikapi klub kebanggaan. Semua pasti ingin hanya ada satu Arema, oleh karena itu terlalu sensitive dalam menyikapi juga hal yang muspro. Ibarat peribahasa jawa mburu uceng kelangan deleg jangan sampai hanya karena sesuatu yang kecil kita mengorbankan suatu yang besar, persatuan Aremania-Aremanita.

Keindahan Arema sekarang menapaki babak konflik utama/ klimaks, waktu akan menuntun pada babak konklusi. Happy ending atau tragedy ? Kita usaha dan doakan agar menjadi Happy ending dan akan indah pada waktunya. Football is Art! Include Arema.

Sumber:http://wearemania.net/index.php/aremania-voice/1413-sepakbola-itu-seni-bukan-sekedar-2x45-menit


Niken  Rina
Math '08
KK-PPL '12